- Pekerjaan MAPAN
- Beli motor sport
- Kredit rumah
- Bertunangan
- Renovasi rumah ortu selesai
- Usaha mandiri lancar
- Travelling ke luar negeri
- Les bahasa inggris
- Tabungan
Tampilkan postingan dengan label Celotehan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celotehan. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 Januari 2015
Jumat, 14 November 2014
Kau Tak Pernah Bisa Jauh Dariku
Jumat, 14 November 2014 – 0 komentar
Hari ini kau datang di hadapanku. Tepat seperti apa yang kuramalkan. Kau
seakan tak pernah bisa jauh dariku. Meski sebelumnya kau telah berkata
berulang-ulang kau takan bisa datang ketempatku karena berbagai alasan.
Lalu mengapa saat ini kau ada di depanku? Apakah karena aku memaksamu ataukah
memang takdir yang membawamu kesini?
Kali ini kau tak bisa berlama-lama di sini
(kantorku). Kau hanya menitipkan surat lamaran kerjamu saja dan selanjutnya kau
akan ke rumah budemu karna ada keperluan yang lebih penting. Akupun tak
bisa menahanmu karena aku juga sedang bekerja. Kau tertawa geli saat kutanyakan
bagaimana kabarmu karena baru saja seminggu yang lalu kita bertemu
dirumahmu. Lalu aku tersenyum dan sedikit salah tingkah. Mungkin karena
kau tak tahu, betapa satu hari bagiku seperti ribuan musim berlalu saat kita
jauh. Dan mungkin kau berfikir aku alay. Ya. Maybe yes. Dan perlu kau ketahui,
kaulah penyebabnya.
Terkadang aku merasa kasihan melihatmu seperti ini, melakukan apa-apa
sendiri. Seandainya saja kau tak pernah menolak bantuanku mungkin kau tak perlu
mengahadapi semuanya sendiri. Ya aku tahu, kau adalah wanita yang mandiri. Dan selama
kau bisa melakukan semuanya sendiri, kau tak akan meminta bantuan kepada
siapapun. Tak terkecuali bantuanku. Kau hanya tak ingin membebani orang lain
dengan masalah hidupmu, katamu. Kau memang keras kepala. Tapi mungkin itu yang
membuatku semakin mengagumimu. Meski terkadang kau sangat menyebalkan.
Kau duduk di lobby kantor sementara aku pergi ke kantin mengambilkanmu
minum. Raut mukamu terlihat lelah dan matamu sedikit layu. Kau bercerita banyak
tentang perjalananmu tadi saat otw ke surabaya.
Minggu, 09 November 2014
Suatu Sore di Rumahmu
Minggu, 09 November 2014 – 0 komentar
Sore itu tak begitu terang juga tak begitu
menyengat seperti biasanya. Antara ingin dan takut aku ragu-ragu mengambil
kunci sepedaku. Bermain ke rumahmu. Ya. aku tak tahu harus bagaimana. Sementara
sepeda motor yang akan aku pakai untuk ke rumahmu mau dipinjam kakakku. Jadi
tanpa berfikir panjang dan sedikit menyesal aku tak bisa meminjamkannya kepada
kakakku. Ya, karna aku memutuskan akan datang ke rumahmu sore itu.
Tak butuh waktu yang lama aku sudah berada di
depan rumahmu. Dengan langkah gemetar dan berbagai macam perasaan takut
bercampur jadi satu di atas kepalaku. Pintu rumahmu sudah terbuka dan aku bisa
mendengar kau sedang bernyanyi mengikuti suara musik yang sedang kau putar di
dalam kamarmu. Lagu yang juga sangat kusukai. Kuketuk pintu rumahmu beberapa kali
meski sudah terbuka. Kutarik nafas dalam-dalam. Dengan sedikit tersedak lalu
kucapkankan salam “Assalamualaikum..”. tidak ada jawaban. Mungkin suaraku
kurang sedikit keras lagi. “Assalamualaikum..”. kuulangi salamku.
“Waalaikumsalam..” terdengar jawaban dari dalam
rumah. Suara dari ibumu. Aku masih bisa mengenalinya dengan jelas. Kemudian
ibumu menyuruhku masuk dan duduk di kursi ruang tamu rumahmu. Dengan sedikit
gugup aku masuk lalu duduk dikursi ruang tamu rumahmu. Aku sangat senang saat
itu karna ibumu ikut duduk menemaniku di ruang tamu rumahmu. Sembari menunggumu
keluar dari kamar,katanya kamu baru selesai mandi. Aku sedikit salah tingkah
harus bagaimana memulai percakapan kami karena sebelumnya aku tak pernah
berbicara empat mata dengan ibumu. Dengan sedikit terbata-bata kutanyakan kabar
beliau dan juga kabar ayahmu. Lalu ibumu menjawab dengan ramah. "Hey..
bukankah ini mudah?" –dalam hatiku-.
Obrolan kita berlanjut dan ibumu lebih banyak
bercerita dari pada aku. Karena aku tak ingin terlihat gugup didepannya aku
lebih banyak menjadi pendengar setianya. Sesekali aku menimpalinya jika dia
meminta pendapatku, selebihnya aku hanya mengangguk dan bilang “nggeh bu”.
Dan ibumu tak tahu saat dia menyebut namaku
tiba-tiba saja aku sedikit salah tingkah, tapi aku tahu. Aku sangat senang
bahwa ternyata ibumu tahu namaku meski aku jarang sekali kerumahmu. Dan aku
tahu, itu berarti mungkin kau sering menceritakan tentang aku kepadanya meski
terkadang aku merasa kau terlihat cuek denganku.
Disepanjang obrolan kami hanya namamu yang
menjadi topik ceritanya. Katanya akhir-akhir ini kau sedang dirundung berbagai
macam masalah, terutama tentang karier mu di beberapa perusahaan yang telah kau
tinggalkan. Tentu saja aku sudah tahu karena sebelumnya kau sering menceritakan
masalah ini padaku. Katanya juga kau berencana ingin memulai berwira usaha
sendiri. Dan sekali lagi, aku juga sudah tahu. Sementara ibumu asik
menceritakan keadaanmu saat ini, aku hanya diam dan mendengarkan setiap kalimat
dari lidahnya. Dan fikiranku terbang ke entah menuju kemana. Disitu hanya
namamu dan sebuah pertanyaan "Bagaimana caranya membantu mu keluar dari masalah
ini?". Tentu saja aku akan rela melakukan apa saja demi kamu, yang semua itu
tujuannya cuma satu, ingin melihatmu bahagia.
Ditengah perbincangan ku dengan ibumu yang
mulai mencair, tiba-tiba saja ayahmu datang dari dalam rumahmu kearah kami.
Sontak aku kembali gugup dan salah tingkah lagi. Kusalami beliau sembari ku
kembangkan senyum tipis di bibirku. Ayahmu ikut membalas senyumku. Lalu dia
ikut duduk bersama kami, di kursi sebelah kiriku.
Kemudian
ibumu kembali melanjutkan ceritanya. Kali ini aku dengan sangat hati-hati
berbicara dengan ibumu ketika dia meminta pendapatku. Entahlah, ayahmu
hanya diam di sepanjang kebersamaan kami. Hingga tidak lama kemudian ibu dan
ayahmu pergi meninggalkan aku ketika kau terlihat keluar dari kamarmu lalu
menghampiri aku.
Seperti biasanya, kau terlihat sangat menarik
di setiap waktu. Hanya saja sore itu kau terlihat sedikit berbeda, terlihat
lebih natural tanpa goresan makeup. Dan aku suka.
Selasa, 14 Oktober 2014
Tempatmu di sisiku
Selasa, 14 Oktober 2014 – 1 komentar
kau sedang menulis status tentang teman dekatmu.
sepertinya dia marah padamu.
mungkin karena sesuatu yang kau katakan.
karena dia tidak mengerti tentang leluconmu seperti diriku
kucoba mengirim pesan berharap tahu keadaanmu
katamu kau baik-baik saja
tapi aku lebih tahu tentangmu.
masih kuingat,
aku duduk di sebuah bangku panjang di taman
dan senyumanmu bisa terangi seluruh kota ini.
kau tak tahu kenapa saat beberapa menit aku terpaku melihatmu, tapi aku tahu.
aku hanya memimpikan hari dimana kau terbangun dan temukan
bahwa apa yang selama ini kau cari
selama ini telah disini.
dan masih kuingat ketika kau datang ke tempatku di tengah malam.
aku orang yang dapat membuatmu tertawa.
saat kau tahu kau hendak menangis.
lalu kau menceritakan tentang mimpi-mimpimu
dan aku tahu lagu-lagu kesukaanmu
dan aku mengerti semua apa yang kau inginkan dan kau butuhkan.
kupikir aku tahu tempat yang tepat untukmu
dan selama ini telah disini.
tak bisakah kau lihat bahwa aku orang yang mengerti dirimu.
selama ini telah berdiri disini, disampingmu.
pernahkah kau berfikir bahwa mungkin.. ?
tempatmu di sisiku.
ya, di sisiku.
Langganan:
Postingan (Atom)
Hudie Muhammad. Diberdayakan oleh Blogger.


