Senin, 22 September 2014

Begin again

aku bercermin dan kutarik nafas dalam-dalam.
kupasang earphone di telingaku, dia tak pernah menyukai lagu yang kuputar, tapi aku suka.
dan dia tak menyukaiku memakai kemeja lengan panjang, tapi aku suka.
aku berharap kau terlambat malam ini, tapi kau datang lebih awal.
aku menemuimu lalu kau tersenyum dan kau tak tahu betapa indahnya hal itu bagiku, tapi aku tahu.
kita mulai berbicara banyak dan kau tak tahu kenapa tiba-tiba saja aku sedikit salah tingkah, tapi aku tahu.
Kau menanyakan bagaimana keadaanku saat ini, lalu kau mulai berbicara tentang kebiasaanku ketika kita masih bersama dulu. Aku mencoba mengalihkan topik pembicaraan kita dengan hal lain. Karena bagiku yang lalu biarlah berlalu.
aku merasa aneh kau selalu menganggapku dewasa karena sebelumnya 'dia tak pernah mengaggapku seperti itu.
ku fikir tidak ada seseorang yang dapat mengerti dan memahami aku. dan aku tak pernah percaya lagi dengan cinta.
selama ini yang cinta bisa lakukan hanyalah melukai, membakar dan berakhir.
tapi malam itu aku melihat cinta mulai tumbuh kembali.

I want back to January

aku sangat senang kau mau luangkan waktu untuk menemuiku.
rasanya baRu kemaren kita bersama-sama, di musim hujan di ujung januari tahun lalu.
bagaimana kabarmu? juga bagaimana kabar keluargamu?
sudah cukup lama aku tak bertemu mereka.
kau tampak tidak banyak berubah, hanya saja kau terlihat lebih sibuk saat Ini.
kita berbincang tentang pekerjaanmu saat ini. kau tampak berhati-hati dan aku tahu sebabnya.
Terakhir kali kau melihatku ketika kutinggalkan kau begitu saja.
aku berlari darimu tanpa ada penjelasan.
aku tahu kau berusaha mencariku, tapi aku tak pernah mau peduli.
hingga mungkin kau lelah dan menyerah.
dan kini kutelan ludahku sendiri.
aku berdiri di depanmu, meminta maaf untuk semua itu.
tapi sepertinya kau sudah benar-benar melupakanku.
maafkan aku, aku salah menilaimu.
ku fikir aku bisa lebih bebas saat tak bersaMamu.
ternyata kebebasan tiada artinya jika merindukanmu.
berharap dulu kusadari yang kumiliki saat kau bersamaku.
Aku ingin kembali ke januari itu, saat hujan menahan mu disampingku.
kini segalanya berubah dan semuanya telah pergi.
dan hujan mengguyur tubuhku, bersama hilangnya bayanganmu dari hadapanku.
hujan turun saat kau disini dan saat kau tak ada.

Aku berani bertaruh,,


aku yakin, selarut ini kAu pasti masih terjaga.
aku yakin, kau pasti lelah menjalani hari-harimu yang sulit saat ini.
aku yakin, kau sedang duduk di kursimu menghadap jendela. menerawang jauh ke langit malam ini.
dan aku yakin..
kadang kau memikirkaNku.

kadang kau sangat membenciku.
karena setiap kali kita bersama selalu bertengkar.
kau berfikir aku lelaki egois, arogan. 
aku Jauh dari sosok sempurna seperti lelaki impianmu.
kadang kau bercerita banyak tentang seseorang yang sedang dekat denganmu.
tapi kau masih ragu untuk memulai sebuah hubungan lagi.
katamu semua lelaki sama.
kau bilang tidak ada lelaki yang dapat mencintaimu dengan tulus, tapi Aku melakukannya.
kau tahu perasaanku sesungguhnya, tapi kau terkesan membiarkannya.
kau tarlihat acuh didepanku.
tapi, aku berani bertaruh..
kadang kau memikirkanku.

ya.
aku berani bertaruh, kadang kau memikirkanku.
seperti aku yang tak pernah bosan memikiRkanmu.
Hudie Muhammad. Diberdayakan oleh Blogger.