Senin, 19 Januari 2015

Minggu, 18 Januari 2015

Maulid Nabi Muhammad di al-akbar, surabaya

Malam ini dua jam yang lalu aku baru saja mengikuti acara pengajian di masjid Al-Akbar Surabaya. Sungguh pengalaman rohani yang sangat berkesan. Pengajian dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW, hari dimana Rasulullah dilahirkan ke bumi. Acara yang dimulai ba'da isyak sekitar pukul 19.30 an dihadiri cukup banyak orang. Entahlah apa karena aku tidak pernah mengikuti acara-acara pengajian seperti ini rasanya seperti canggung. ada beberapa masalah yang membuatku tidak nyaman. Sempat berfikir mau pulang dan tak jadi ikut pengajian gara-gara salah kostum.

Sebenarnya tidak terlalu parah sih, aku memakai sarung kuning dan kemeja kotak-kotak berwarna kuning juga, sengaja aku menyeragamkan kemeja dan sarungku agar terlihat matching. Yang jadi masalah adalah hampir semua jamaah yang hadir memakai baju takwa atau kemeja warna putih-putih. Ada juga sebagian warna hitam dan abu-abu. Yah jadi terlihat sekali ketika kamera menyorot ke arah tempat aku duduk aku seperti alien di tengah-tengah manusia. Kebetulan tadi acara pengajian tersebut di siarkan langsung di layar OP yang terpampang lebar di depan para jamaah pengajian. bukan di siarkan langsung di tv. hehe

Pelajaran buat besok jika ingin menghadiri acara harus bisa membedakan, mana acara kondangan, yasinan, dan pengajian. Meskipun semuanya acara temanya religi tapi agaknya masalah kostum ini harus diperhatikan. Walaupun tidak ada peraturan yang mengharuskan memakai pakaian putih, tapi alangkah baiknya jika kita ikut menyesuaikan dengan sekitar agar tidak merasa risih saat pengajian atau bahkan merasa jadi pusat perhatian meskipun tidak ada juga yang merhatikan kita. Intinya agar ibadah kita menjadi lebih khusyu' tidak terganggu dengan hal-hal semacam itu.

Kalau dari tausiah Kiyai tadi secara garis besar yang bisa aku simpulkan adalah kita dianjurkan untuk banyak-banyak bershalawat kepada nabi. Bershalawat kepada nabi sama dengan mendo'akan nabi agar di tempatkan di tempat/derajat paling tinggi disisi Allah. Ternyata bukan kita manusia saja yang bershalawat kepada nabi, tapi jin, malaikat bahkan seluruh makhluq bumi ini semua juga bershalawat kepada nabi. Karena Allah sendiri menyerukan kepada umat islam agar senantiasa bershalawat kepada rasullullah. hikmah dari bershalawat adalah kelak ketika kita di akhirat nanti kita akan dimasukkan ke dalam golongan umat nabi yang mencintainya. Karena nabi sendiri pernah bersabda bahwa siapa yang mencintaiku maka diakhirat kelak nanti dia bersamaku,,
Bahkan do'a pun jika kita tak menyertakan nama muhammad di awal dan diakhir niscaya do'a kita tidak akan terangkat ke langit  dengan kata lain tidak akan terkabul. Ibaratnya sepertikita melamar kerja diperusahaan yang besar. Jika kita melamar disitu dibawa atau direkomendasikan orang penting di dalam perusahaan itu, kemungkinan besar lamaran kerja kita  akan lebih dipertimbangkan oleh BOS nya, dan kemungkinan besar pula kita diterima dengan mudah karena ada pengaruh orang penting yang membawa surat lamaran kerja kita.begitupun sebaliknya, jika kita melamar kerja dengan usaha sendiri, tidak ada yang membawa, tidak ada yang merekomendasikan yah tidak jarang jika surat lamaran kita tak pernah di panggil bahkan mungkin dibacapun tidak.Dalam kasus ini jika boleh aku ibaratkan, BOS di situ adalah Allah, dan orang penting disitu adalah Nabi Muhammad. wallahu'alam bissawab..

Okeh udah lewat tengah hari, aku tidur dulu. Tadinya mau tidur setelah pulang pengajian tadi, tapi nih tangan gatel banget pengen coret-coret  dulu. okeh bro,, akhirukalam, ihdinasshirotol mustakim.. Assalamualaikum Wr. Wb.

Senin, 05 Januari 2015

Hari Pertama di 2015 di Pantai Popoh, Tulungagung


Seperti biasanya Anjar malam-malam BBM besok mau ada acara touring ke Pantai sekitar Tulungagung sama anak-anak SMK. nih anak selalu mendadak kalau bikin acara. Karena kebetulan besoknya saya tidak ada acara jadi saya ikut untuk acara touring kali ini. Lagian juga sudah lama banget rasanya tidak turing rame-rame bareng anak-anak. Sebetulnya kami sudah lama merencanakan liburan seperti ini, tapi ya karena kesibukan masing-masing jadi ya jarang kesampaian. Bahkan mungkin sudah tiga kalian saya yang kebetulan merelakan diri jadi panitia *ceileh agenda liburan 2x gagal. Akhirnya ya mungkin dengan cara seperti ini (acara dadakan).


kebersamaan kami (minus 1 orang)

Meskipun kami sudah lulus dan bekerja, kami tak pernah melewatkan acara ngopi darat bersama-sama saat kebetulan kami sedang pulang kampung. Biasanya yang jadi panitianya untuk acara-acara seperti ini ya siapa lagi kalau bukan anjar. paling tidak 2 bulan sekali. 

Kembali ke topik. Tepat jam 8.15 pagi Bagus dan Monyeng datang ke rumah saya. setelah menunggu saya sarapan sebentar kami langsung kemon ke rumah Riris lalu lanjut ke rumah Vania. Kebetulan Anjarnya sendiri sudah lama di rumah Riris. jadi untuk tour kali ini kami tidak ke rumah Anjar. Karena biasanya pada tour-tour sebelumnya bascame kumpulmnya di rumah anjar. tapi kali ini tidak.

Pukul 9.05 am kami berangkat bersama-sama dari rumah saya, padahal rencana awalnya jam 8 harus sudah berangkat. Memang budaya ngaret tidak pernah bisa hilang dari kehidupan orang Indonesia, yah contohnya kami. Banyak alasannya, nungguin para gadis-gadis dandan lah, nyiapin bekal lah, ada yang sudah mau berangkat ternyata kebelet be-ol lah, sangat bermacam-macam. tentunya kami semua sudah memaklumi dan mengantisipasi hal-hal itu sbelumnya. 

Yang ikut touring kali ini adalah Anjar, Riris, Vania, Bagus, Monyeng, dan tentunya saya. kami berenam berangkat menggunakan 3 sepeda motor. Perjalanan touring kali ini cukup lama. total waktu tempuh sesampainya di obyek wisata Pantai Popoh kurang lebih 3 jam an. Sebenarnya untuk waktu standart rute dari kec. Kunjang (Kediri) ke Pantai Popoh (tulungagung) hanya sekitar 2 jam an. karena mungkin waktu itu kami tidak terlalu tahu rute/ jalur nya dan sempat nyasar 2 kali jadi memerlukan sedikit tambahan waktu lagi. belum lagi sepanjang perjalanan kami tdak terlalu cepat dalam mengemudi motor, kurang lebih 60-70 km/jam. Untuk kondisi jalan dari kediri ke pantai Popoh cukup bagus. 

Hampir sepanjang perjalanan sangat jarang ada lubang jalan atau istilah kerennya blackhole, mungkin satu atau dua ada tapi at least oke. dan mungkin karena saat itu pas tahun baru yaitu 1 Januari 2015 makanya pas sesampainya di lokasi tujuan macetnya parah gilak *kali ini sayatambahkan huruf k di belakang kata gila, karena parahnya minta ampun* yang lebih parahnya lagi kemacetannya dimulai saat menuju lokasi parkirnya, dan kondisi jalannya saat itu menanjak dan menurun. bisa dibayangkan. sekitar 30 menit kami terjebak macet dan 30 menit itu juga kaki saya rasanya di hajar habis-habisan. menginjak rem dan menahan berat sepeda agar tak sampai tergelincir.


Pemandangan pantai nampak dari jalan menuju parkir

Untuk tiket masuknya per motor (isi 2 orang) dikenakan tarif 24.000 rupiah. Dan parkirnya sendiri 5.000 rupiah per motor, lumayan murah.

Sesampainya dilokasi pantainya sangat kotor, sampah dimana-mana. padahal menurut saya pantai ini mempunyai pemandangan yang cukup indah. Entah apakah setiap harinya pantai ini kotor seperti itu atau mungkin karena kebetulan waktu itu kondisi pantainya ramai pengunjung jadi sampah ada dimana-mana. entahlah. tapi sepanjang di pesisir pantai hampir tidak ada tempat sampah yang disediakan oleh pengelola wisata. cukup menyedihkan memang. apalagi tidak semua pengunjung mengerti atau sadar akan kebersihan.
memanjat tebing di sisi pantai
Tapi over all pemandangannya cukup membayar ke kesalan kami selama di perjalanan. dan saya menyarankan bagi teman-teman yang ingin kesana ada baiknya pas tidak bertepatan dengan waktu liburan nasional. karena ya selain banyaknya sampah juga kondisi pantainya sangat padat dan ramai.

Dan bagi yang suka selfie atau groufie ada spot yang menarik yang terdapat di atas tebing. yah agak melalahkan sidikit sih karena harus manjat, tapi saya jamin pemandangannya sangan keren. so.. semoga bermanfaat dan happy holiday.. :) 










Jumat, 14 November 2014

Kau Tak Pernah Bisa Jauh Dariku



Hari ini kau datang di hadapanku. Tepat seperti apa yang kuramalkan. Kau seakan tak pernah bisa jauh dariku. Meski sebelumnya kau telah berkata berulang-ulang kau takan bisa datang  ketempatku karena berbagai alasan. Lalu mengapa saat ini kau ada di depanku? Apakah karena aku memaksamu ataukah memang takdir yang membawamu kesini?

Kali ini kau tak bisa berlama-lama di sini (kantorku). Kau hanya menitipkan surat lamaran kerjamu saja dan selanjutnya kau akan ke rumah budemu karna ada keperluan yang lebih penting.  Akupun tak bisa menahanmu karena aku juga sedang bekerja. Kau tertawa geli saat kutanyakan bagaimana kabarmu  karena baru saja seminggu yang lalu kita bertemu dirumahmu.  Lalu aku tersenyum dan sedikit salah tingkah. Mungkin karena kau tak tahu, betapa satu hari bagiku seperti ribuan musim berlalu saat kita jauh. Dan mungkin kau berfikir aku alay. Ya. Maybe yes. Dan perlu kau ketahui, kaulah penyebabnya.

Terkadang aku merasa kasihan melihatmu seperti ini, melakukan apa-apa sendiri. Seandainya saja kau tak pernah menolak bantuanku mungkin kau tak perlu mengahadapi semuanya sendiri. Ya aku tahu, kau adalah wanita yang mandiri. Dan selama kau bisa melakukan semuanya sendiri, kau tak akan meminta bantuan kepada siapapun. Tak terkecuali bantuanku. Kau hanya tak ingin membebani orang lain dengan masalah hidupmu, katamu. Kau memang keras kepala. Tapi mungkin itu yang membuatku semakin mengagumimu. Meski terkadang kau sangat menyebalkan.


Kau duduk di lobby kantor sementara aku pergi ke kantin mengambilkanmu minum. Raut mukamu terlihat lelah dan matamu sedikit layu. Kau bercerita banyak tentang perjalananmu tadi saat otw ke surabaya. 

Minggu, 09 November 2014

Suatu Sore di Rumahmu



Sore itu tak begitu terang juga tak begitu menyengat seperti biasanya. Antara ingin dan takut aku ragu-ragu mengambil kunci sepedaku. Bermain ke rumahmu. Ya. aku tak tahu harus bagaimana. Sementara sepeda motor yang akan aku pakai untuk ke rumahmu mau dipinjam kakakku. Jadi tanpa berfikir panjang dan sedikit menyesal aku tak bisa meminjamkannya kepada kakakku. Ya, karna aku memutuskan akan datang ke rumahmu sore itu.

Tak butuh waktu yang lama aku sudah berada di depan rumahmu. Dengan langkah gemetar dan berbagai macam perasaan takut bercampur jadi satu di atas kepalaku. Pintu rumahmu sudah terbuka dan aku bisa mendengar kau sedang bernyanyi mengikuti suara musik yang sedang kau putar di dalam kamarmu. Lagu yang juga sangat kusukai. Kuketuk pintu rumahmu beberapa kali meski sudah terbuka. Kutarik nafas dalam-dalam. Dengan sedikit tersedak lalu kucapkankan salam “Assalamualaikum..”. tidak ada jawaban. Mungkin suaraku kurang sedikit keras lagi. “Assalamualaikum..”.  kuulangi salamku. 

“Waalaikumsalam..” terdengar jawaban dari dalam rumah. Suara dari ibumu. Aku masih bisa mengenalinya dengan jelas. Kemudian ibumu menyuruhku masuk dan duduk di kursi ruang tamu rumahmu. Dengan sedikit gugup aku masuk lalu duduk dikursi ruang tamu rumahmu. Aku sangat senang saat itu karna ibumu ikut duduk menemaniku di ruang tamu rumahmu. Sembari menunggumu keluar dari kamar,katanya kamu baru selesai mandi. Aku sedikit salah tingkah harus bagaimana memulai percakapan kami karena sebelumnya aku tak pernah berbicara empat mata dengan ibumu. Dengan sedikit terbata-bata kutanyakan kabar beliau dan juga kabar ayahmu. Lalu ibumu menjawab dengan ramah. "Hey.. bukankah ini mudah?"  –dalam hatiku-.

Obrolan kita berlanjut dan ibumu lebih banyak bercerita dari pada aku. Karena aku tak ingin terlihat gugup didepannya aku lebih banyak menjadi pendengar setianya. Sesekali aku menimpalinya jika dia meminta pendapatku, selebihnya aku hanya mengangguk dan bilang “nggeh bu”.
  
Dan ibumu tak tahu saat dia menyebut namaku tiba-tiba saja aku sedikit salah tingkah, tapi aku tahu. Aku sangat senang bahwa ternyata ibumu tahu namaku meski aku jarang sekali kerumahmu. Dan aku tahu, itu berarti mungkin kau sering menceritakan tentang aku kepadanya meski terkadang aku merasa kau terlihat cuek denganku.

Disepanjang obrolan kami hanya namamu yang menjadi topik ceritanya. Katanya akhir-akhir ini kau sedang dirundung berbagai macam masalah, terutama tentang karier mu di beberapa perusahaan yang telah kau tinggalkan. Tentu saja aku sudah tahu karena sebelumnya kau sering menceritakan masalah ini padaku. Katanya juga kau berencana ingin memulai berwira usaha sendiri. Dan sekali lagi, aku juga sudah tahu. Sementara ibumu asik menceritakan keadaanmu saat ini, aku hanya diam dan mendengarkan setiap kalimat dari lidahnya. Dan fikiranku terbang ke entah menuju kemana. Disitu hanya namamu dan sebuah pertanyaan "Bagaimana caranya membantu mu keluar dari masalah ini?". Tentu saja aku akan rela melakukan apa saja demi kamu, yang semua itu tujuannya cuma satu, ingin melihatmu bahagia.

Ditengah perbincangan ku dengan ibumu yang mulai mencair, tiba-tiba saja ayahmu datang dari dalam rumahmu kearah kami. Sontak aku kembali gugup dan salah tingkah lagi. Kusalami beliau sembari ku kembangkan senyum tipis di bibirku. Ayahmu ikut membalas senyumku. Lalu dia ikut duduk bersama kami, di kursi sebelah kiriku.

Kemudian ibumu kembali melanjutkan ceritanya. Kali ini aku dengan sangat hati-hati berbicara dengan ibumu ketika dia meminta pendapatku. Entahlah, ayahmu hanya diam di sepanjang kebersamaan kami. Hingga tidak lama kemudian ibu dan ayahmu pergi meninggalkan aku ketika kau terlihat keluar dari kamarmu lalu menghampiri aku.

Seperti biasanya, kau terlihat sangat menarik di setiap waktu. Hanya saja sore itu kau terlihat sedikit berbeda, terlihat lebih natural tanpa goresan makeup. Dan aku suka.

Hey, andai saja mengungkapkan cinta semudah membalikkan telapak tangan. Mungkin aku tak perlu bersusah payah memendam perasaan ini lama-lama. Mungkin juga aku tak perlu merasakan galau yang berkepanjangan. Entah sampai kapan aku akan menjadi seorang pecundang di depanmu. Karena sebelumnya tak pernah seperti ini, ketika aku berhasil menyatakan perasaanku kepada seseorang yang pernah dekat denganku. Atau,, Hanya saja kamu sedikit berbeda?. Karna hanya kamu yang mampu membuatku terdiam dan tak berdaya saat bersamamu. Ya. Hanya kamu. Tapi ketahuilah setiap aku tak melakukan semua itu, I Almost do



Selasa, 14 Oktober 2014

Keindahan Air Terjun Besuki


Aku dan teman-teman smk ku telah lama berencana jalan-jalan bareng. Kita menyebutnya blakraan. Akhirnya setelah lobi sana-sini, nyocokin tanggal dan banyak pertimbangan dikarenakan kesibukan kita masing masing, ketemu juga hari yang pas. Entah kapan tepatnya aku lupa tapi masih di tahun ini. Awalnya sesuai rencana yang bakal ikut acara touring ini bakalan banyak banget karena hari dan tanggal acaranya kita siapkan secara matang-matang. Kira-kira ada 25 an anak yang bakalan fix berangkat. 

"Tapi semua berubah setelah negara api menyerang". Setelah tiba hari dimana acara touring -yang katanya bakal banyak yang ikut itu- akan di lakukan ternyata hanya 6 anak -sudah termasuk aku- yang bisa datang keacaranya. Kecewa sudah sangat pasti apalagi sama anak yang sok-sok antusia dan banyak maunya ternyata dianya malah gak bisa ikut. Kudu pengen njepret lambene ae. Awalnya kita bingung mau kemana hanya dengan 6 anak ini aja. But show must go on. Rugi banget kalau gak jadi touringnya apalagi setelah capek-capek ngepasin tglnya. Dan berhunbung hanya 6 anak, kita sepakat buat jalan-jalan dekat-dekat sini aja. Kita sepakat melancong ke Wisata Air Terjun Besuki, Kediri.

Perjalanan dari rumah ke tempat tujuan kira-kira 2.5 jam an. Kebetulan acara ngumpulnya di rumah temanku Jombang. waktu itu kita berangkat kalau gak salah sekitar jam 10 an. akses jalan sendiri dari rumah hingga kediri kota lancar banget. Apalagi kondisi jalanannya mulus hampir gak ada lubang di sepanjang perjalanan. Akses jalannya juga mudah dan tanpa kesasar padahal diantara kita belum pernah ada yang kesana, mungkin karena hampir di setiap titik-titik tertentu jalan ada palang/ plat penunjuk arah tempat wisata. 

Dan akhirnya setelah hampir 2 jam an kita sampai juga di depan pintu utama Wisata Air terjun Besuki. Di gapura itu tertulis huruf-huruf besar dengan kalimat "SELAMAT DATANG DI WISATA ALAM". wow rasanya wow banget. Eits tapi perjalanan kita belum selesai sampai disini. justru ini adalah awal dari perjalanan itu sendiri.

Harga tiket masuk ke wisata sendiri sangat terjangkau sekali. sekitar 6.000 an/orang + tiket motor 3.000 /motor.  (bersambung kakak)

Tempatmu di sisiku



kau sedang menulis status tentang teman dekatmu.
sepertinya dia marah padamu.
mungkin karena sesuatu yang kau katakan.
karena dia tidak mengerti tentang leluconmu seperti diriku
kucoba mengirim pesan berharap tahu keadaanmu
katamu kau baik-baik saja
tapi aku lebih tahu tentangmu.

masih kuingat,
aku duduk di sebuah bangku panjang di taman
dan senyumanmu bisa terangi seluruh kota ini.
kau tak tahu kenapa saat beberapa menit aku terpaku melihatmu, tapi aku tahu.
aku hanya memimpikan hari dimana kau terbangun dan temukan
bahwa apa yang selama ini kau cari
selama ini telah disini.

dan masih kuingat ketika kau datang ke tempatku di tengah malam.
aku orang yang dapat membuatmu tertawa.
saat kau tahu kau hendak menangis.
lalu kau menceritakan tentang mimpi-mimpimu
dan aku tahu lagu-lagu kesukaanmu
dan aku mengerti semua apa yang kau inginkan dan kau butuhkan.
kupikir aku tahu tempat yang tepat untukmu
dan selama ini telah disini.

tak bisakah kau lihat bahwa aku orang yang mengerti dirimu.
selama ini telah berdiri disini, disampingmu.
pernahkah kau berfikir bahwa mungkin.. ?
tempatmu di sisiku.
ya, di sisiku.
Hudie Muhammad. Diberdayakan oleh Blogger.