Jumat, 14 November 2014

Kau Tak Pernah Bisa Jauh Dariku



Hari ini kau datang di hadapanku. Tepat seperti apa yang kuramalkan. Kau seakan tak pernah bisa jauh dariku. Meski sebelumnya kau telah berkata berulang-ulang kau takan bisa datang  ketempatku karena berbagai alasan. Lalu mengapa saat ini kau ada di depanku? Apakah karena aku memaksamu ataukah memang takdir yang membawamu kesini?

Kali ini kau tak bisa berlama-lama di sini (kantorku). Kau hanya menitipkan surat lamaran kerjamu saja dan selanjutnya kau akan ke rumah budemu karna ada keperluan yang lebih penting.  Akupun tak bisa menahanmu karena aku juga sedang bekerja. Kau tertawa geli saat kutanyakan bagaimana kabarmu  karena baru saja seminggu yang lalu kita bertemu dirumahmu.  Lalu aku tersenyum dan sedikit salah tingkah. Mungkin karena kau tak tahu, betapa satu hari bagiku seperti ribuan musim berlalu saat kita jauh. Dan mungkin kau berfikir aku alay. Ya. Maybe yes. Dan perlu kau ketahui, kaulah penyebabnya.

Terkadang aku merasa kasihan melihatmu seperti ini, melakukan apa-apa sendiri. Seandainya saja kau tak pernah menolak bantuanku mungkin kau tak perlu mengahadapi semuanya sendiri. Ya aku tahu, kau adalah wanita yang mandiri. Dan selama kau bisa melakukan semuanya sendiri, kau tak akan meminta bantuan kepada siapapun. Tak terkecuali bantuanku. Kau hanya tak ingin membebani orang lain dengan masalah hidupmu, katamu. Kau memang keras kepala. Tapi mungkin itu yang membuatku semakin mengagumimu. Meski terkadang kau sangat menyebalkan.


Kau duduk di lobby kantor sementara aku pergi ke kantin mengambilkanmu minum. Raut mukamu terlihat lelah dan matamu sedikit layu. Kau bercerita banyak tentang perjalananmu tadi saat otw ke surabaya. 

0 komentar:

Posting Komentar

Hudie Muhammad. Diberdayakan oleh Blogger.